Posted on

Dampak Negatif Tren Belanja Online

Dampak Negatif Tren Belanja Online

Dampak Negatif Tren Belanja OnlineBelanja dengan cara online mulai diminati masyarakat beberapa tahun terakhir ini. Selain lebih efisien dari segi waktu, karena pembeli tidak perlu datang ke tempat penjual untuk melakukan transaksi jual beli. Promo-promo yang ditawarkan juga merupakan daya tarik yang membuat orang-orang cenderung lebih memilih belanja secara online. Karena dengan banyaknya promo yang ditawarkan pembeli bisa mendapat harga yang lebih murah dari harga yang seharusnya. Belum lagi mudahnya sistem pembayaran dan beragamnya produk yang ditawarkan, membuat masyarakat semakin dimudahkan dalam memenuhi kebutuhan hidup mereka melalui kegiatan belanja secara online. Hal ini tentu saja membawa dampak yang baik pada masyarakat.

Seperti dua sisi mata uang. Maraknya tren belanja online ini, selain memberi dampak postitif tentunya juga mebawa dampak negatif bagi masyarakat. Misalnya saja penipuan meskipun di Indonesia banyak marketplace yang terpercaya untuk melakukan belanja online. Tetapi hal itu tidak menutup kemungkinan akan adanya penibpuan. Nyatanya masih adanya korban dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab yang melakukan penipuan dalam transaksi belanja online. Para penjual yang curang ini biasanya menyerang para pembeli yang kurang cerdas dalam melakukan transaksi saat belanja online.

Tidak hanya rawan penipuan yang menyebabkan korbannya kehilangan sejumlah uang. Terkadang pembeli juga dikecewakan karena barang yang dibeli ternyata tidak sesuai dengan apa yang di iklankan. Ini karena pada umumnya penjual memajang foto produk yang akan di jual dengan cara sebagus mungkin, agar menarik perhatian pembeli. Atau penjual tidak mendeskripsikan produk dagangannya secara jelas. Sehingga membuat barang yang di beli jadi tidak sesuai. Belum lagi barang yang rusak ketika diterima karena kurangnya pengamanan saat proses pengiriman. Sehingga menyebabkan pembeli rugi karena barangnya tidak bisa digunakan setelah dibeli.

Dampak Negatif Tren Belanja Online

Selain itu banyaknya promo dan potongan harga yang ditawarkan dari para penyedia layanan belanja online ini, membuatorang-orang cenderung jadi lebih konsumtif. Karena tergiur oleh harga murah membuat para pembeli ini secara tidak sadar membeli barang-barang yang sebenarnya tidak mereka perlukan. Hal ini tentu saja merugikan bagi diri mereka, karena uang yang sebenarnya bisa ditabung untuk keperluan mendadak, atau dialokasikan untuk keperluan lain yang lebih penting. Malah terbbuang percuma karena pembelian barang yang sebenarnya tidak diperlukan.

Dari segi pedagang yang masih berjualan dengan cara konvensional. Tren belanja online ini juga memberi dampak yang buruk bagi mereka. Murahnya harga yang ditawarkan dari penjual yang ada di platform-platform jual beli online ini, tentu saja sulit untuk diikuti oleh para pedagang offline. Hal ini di karena para peadagang offline memerlukan biaya lebih untuk operasional usaha mereka . misalnya seperti sewa tempat dan biaya listrik. Sementara para pedangan online bisa melakukan kegiatannya dari rumah sehingga bisa meminimalisir pengeluaran. Dan mengambil keuntungan sedikit lebih kecil dari pedangan offline. Akibatnya para konsumen lebih memilih berbelaja secara online karena harganya yang lebih murah. Hal ini tentunya membuat omset penjualan para peadagang offline ini juga ikut turun.

Itulah beberpa dampak negatif yang terjadi dengan adanya pergeseran budaya. Dari bebrbelanja secara fisik menjadi berbelanja secara online. Meski tak bisa di pungkiri, dengan semakin majunya teknologi akan semakin memberi kemudahan pada aspek kehidupan masyarakat. Termasuk diantaranya dallam kegiatan belanja untuk memenuhi kebutuhan. Oleh karena itu perlunya lebih bijak dlam menghadapi tren ini.